Imam Hasan, Imam Maksum Yang Dibenci

Sungguh berbeda jauh dengan Syiah, Salafi Nasibi tidak hanya menolak Imam Hasan sebagai Imam dalam agama bahkan salafi nasibi tidak segan-segan menyatakan kebencian pada Imam Hasan. Mengapa sang Imam maksum begitu dibenci oleh Salafi nashibi ?. Mari kita simak bersama jawabannya.

Syiah berkeyakinan bahwa Imam yang akan memberi petunjuk bagi manusia agar tidak sesat adalah Imam ahlul bait yang berjumlah dua belas oleh karena itu syiah sering disebut Syiah Imamiyah atau Syiah Itsna Asyariyyah atau Syiah dua belas Imam. Berbeda dengan Syiah, salafi nashibi justru menolak mengakui ahlul bait sebagai Imam bahkan mereka lebih suka mengakui Muawiyah, pengikutnya dan cucu-cucunya dan berlomba-lomba mengutamakan mereka. Salah satu Imam syiah adalah Hasan bin Ali putra Ali bin Thalib kakak Imam Husain. Salafi Nashibi sering menutupi kebenciannya terhadap Imam Hasan dengan selalu mengklaim bahwa mereka mencintai Imam Hasan. Huh betapa mudahnya cinta itu diklaim, betapa ringannya mulut itu bermanis kata. Tetapi bangkai tetaplah bangkai, disembunyikan dengan pewangi apapun baunya akan tetap tercium juga. Begitu pula salafi nashibi tidak ada gunanya mereka mengklaim mencintai Imam Hasan kalau mereka sendiri justru memerangi Imam Hasan, menolak mengakui petunjuknya dan memerangi para pengikut sang Imam. Sikap salafi ini tidak lain hanya muncul dari kebencian yang diwariskan oleh bani Umayyah.

Ada hal menjijikkan yang sering diulang-ulang oleh salafi nashibi untuk merendahkan syiah. Mereka menuduh Syiah membenci Imam Hasan dengan alasan keturunan Imam Hasan tidak ada satupun yang menjadi Imam Syiah dan justru yang menjadi Imam Syiah adalah keturunan Imam Husain. Salafi nashibi memang hanya bisa menampilkan tuduhan busuk. Setelah memerangi Imam Hasan, salafi nashibi tidak puas kalau nama sang Imam begitu harum disisi Syiah sehingga mereka berusaha merendah-rendahkan syiah dengan tuduhan busuk seperti itu. Jika ada yang bertanya, apa salah Syiah? Maka jawabannya karena syiah satu-satunya umat Islam yang berpedoman kepada Imam Hasan agar tidak tersesat.

Mengenai tuduhan bahwa Syiah tidak menjadikan Imam dari keturunan Hasan maka tidak ada yang dapat saya katakan kepada mereka selain betapa bodohnya mereka yang menuduh seperti itu. Alangkah bodohnya mereka tentang mahzab Syiah dan Imamah sampai-sampai mereka menanyakan sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan syiah. Cih camkan wahai para nashibi seperti hakekat.com, Syiah tidak pernah mengangkat dan menjadikan siapapun sebagai Imam bagi manusia. Syiah hanyalah mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.

Dalam kitab Uyun Akhbar Ar Ridha jilid 1 hal 57 disebutkan

Imam Ali alaihissalam ditanya tentang apakah yang dimaksud oleh Rasulullah SAW dengan ahlul bait ketika Rasulullah SAW bersabda “kutinggalkan dua pusaka berharga diantaramu yaitu Kitab suci Allah dan Ahlul baitku?”. Imam Ali alaihissalam menjawab “yang dimaksud Beliau mengenai Ahlul Bait adalah Aku, Hasan, Husain dan Sembilan orang Imam keturunan Husain, yang kesembilan adalah Mahdi Al Qaim. Mereka tidak akan berpisah dari kitab suci Allah sampai menemui Rasulullah di telaga haudh.

Syiah begitu teguh mengikuti para Imam ahlul bait bahkan walaupun sang Imam melakukan sesuatu yang tidak disukai mereka maka mereka tetap menjadikan Imam sebagai pedoman. Berbeda sekali dengan salafi nashib yang memerangi Imam Hasan, mereka dipimpin Muawiyah dan pengikutnya telah menolak untuk mengakui Imam Hasan sebagai khalifah yang sah. Mereka mengangkat senjata untuk memerangi Imam Hasan sungguh tidak ada lagi kebencian yang lebih besar dari itu. Oleh karena itu ketika Imam Hasan menyerahkan khilafah kepada Muawiyah dan pengikutnya maka kaum syiah menjadi bingung, mereka awalnya tidak mau menerima hal tersebut tetapi setelah mereka bertanya kepada Imam Hasan sendiri maka merekapun mendapatkan jawabannya dan dengan teguh tetap mengakui kalau Imamah adalah milik Imam Hasan.

Dalam kitab Biharul Anwar jilid 44 hal 24 disebutkan sebagai berikut :

Abu Ja’far berkata, salah seorang pengikut Hasan yang bernama Sufyan bin Laila datang menghadap Hasan dengan menaiki onta, dia melewati imam Hasan yang sedang duduk di teras rumahnya, dia pun berkata : Assalamualaikum wahai penghina orang beriman!”. Hasan berkata padanya : turunlah kemari dan jangan tergesa-gesa. Dia pun turun dan mengikatkan ontanya pada tiang rumah seraya menghampiri Hasan. Hasan berkata padanya : barusan kamu bilang apa? Jawab Sufyan Saya mengatakan Assalamualaika wahai penghina orang beriman”. Hasan menjawab siapa yang memberitahu padamu hal itu? Dia menjawab ” kamu telah sengaja melepaskan kepemimpinan umat dan kau serahkan pada seorang taghut yang berhukum dengan selain hukum Allah. Hasan berkata : akan kuberitahukan padamu mengapa saya berbuat demikian, aku mendengar ayahku berkata, bahwa Nabi telah bersabda : hari hari tidak akan berlalu sampai memegang urusan umat ini orang yang ba;’umnya luas dadanya lebar, suka makan dan tidak pernah kenyang, dialah Muawiyah,karena inilah aku melakukan hal itu. Hasan bertanya pada Sufyan : Apa yang membuatmu kemari? Jawabnya : kecintaanku padamu wahai Hasan, yang membuatku datang kemari menemuimu. Lalu Hasan berkata : demi Allah, tidak ada seorang hamba yang mencintai kami walaupun dia sedang ditawan di negeri Dailam, maka kecintaan itu akan berguna baginya, sesungguhnya kecintaan manusia pada kami akan menggugurkan dosa sebagaimana angin yang menggugurkan daun dari pepohonan.

Kecintaan syiah kepada sang Imamlah yang membuat mereka pengikut syiah segera bertanya kepada sang Imam mengapa Imam menyerahkan khilafah kepada Muawiyah?. Mereka tidak suka kalau khilafah dipegang oleh para pembenci Imam ahlul bait, sehingga syiah pun menjadi bingung atas tindakan sang Imam. Walaupun begitu mereka tidak berlepas diri dari sang Imam bahkan mereka menghadap sang Imam untuk memperoleh kejelasan. Sikap syiah yang selalu berpegang pada Ahlul bait mengundang rasa iri dan dengki orang-orang seperti hakekat.com. Setelah mengutip riwayat di atas hakekat.com berkata

Pengikut Hasan yang mencintainya malah menjelekkan Hasan dengan mengatakan bahwa Hasan adalah penghina orang beriman. Jika kita melihat lagi keyakinan bahwa para imam adalah maksum maka perbuatan itu adalah tidak dapat digugat, karena dilakukan oleh imam yang maksum, terjaga dari kesalahan. Dalam riwayat ini dinyatakan bahwa Sufyan datang karena dorongan kecintaannya pada Hasan. Kecintaan itu diungkapkan dengan mengatakan : Assalamualaika wahai penghina orang beriman. Cinta macam apa itu?

Padahal justru karena kecintaan syiah kepada sang Imam yang membuat mereka langsung bertanya kepada sang Imam. Tentu saja bagi beberapa orang tindakan Imam Hasan menyerahkan khilafah kepada Muawiyah menimbulkan rasa tidak suka. Bagaimana mungkin khilafah harus dipegang oleh para pembenci Imam ahlul bait?. Bagaimana mungkin khilafah harus dipegang oleh orang zalim?.Bukankah syiah siap sedia berjuang demi Imam Hasan?. Syiah yang sangat mencintai Imam Hasan tidak mau menyimpan rasa suka terhadap sang Imam, oleh karena itu syiah menghadap sang Imam untuk meminta penjelasan atau hakekat dari tindakan beliau. Setelah mendapat penjelasan sang Imam, syiah akhirnya menerima keputusan sang Imam dan tetap teguh untuk berpedoman kepada para Imam Ahlul bait. Si dungu hakekat.com malah meluncurkan kata-kata yang tidak pantas kepada Imam Hasan

Dan imam Hasan nampaknya senang dengan ungkapan kecintaan orang itu. Apakah imam Hasan mau saja terkesan dibodohi, dan percaya begitu saja akan kecintaan orang yang menghinanya? Apakah pengikut Hasan tadi tidak tahu bahwa Hasan adalah maksum yang tidak mungkin berbuat salah? Bagi orang itu, nampak jelas bahwa imam Hasan bersalah, sehingga layak untuk dicela. Subhanallah, inilah akhlak orang beriman terhadap imamnya yang maksum dan mulia?

Begitulah, si dungu hakekat.com selalu gagal memahami riwayat yang ia baca dari kitab-kitab syiah. Pernahkah anda pembaca bertanya-tanya, mengapa hakekat.com mendadak menjadi begitu dungu?.

Jawabannya hanya ada dua, pertama karena ia membaca riwayat-riwayat Syiah dengan nafsu kebencian kepada sang Imam dan para pengikutnya. Si dungu ini hanya dipenuhi iri dengki dan kemarahan terhadap syiah. Jadi harap maklum para pembaca, memang kalau sudah marah orang bisa jadi begitu bodohnya. Atau yang kedua karena memang pada dasarnya hakekat.com itu tidak memiliki kecerdasan yang cukup untuk memahami apa yang ia baca, jadi memang dungu dari sananya.

Pengikut syiah sudah jelas mengakui kemaksuman sang Imam, oleh karena itu mereka segera bertanya kepada sang Imam. Ini merupakan bukti kuat kalau mereka selalu mengembalikan permasalahan apapun kepada sang Imam. Satu hal lagi pengikut syiah sendiri bukanlah orang yang maksum sehingga jika rasa tidak suka pada seseorang membuatnya berkata yang tidak baik, itu karena ia awalnya tidak memahami hakekat perbuatan sang Imam. Ia tidak datang kepada sang Imam untuk mencela, ia datang kepada sang Imam untuk mengeluhkan rasa tidak suka atas tindakan Imam yang tidak ia pahami. Lagi-lagi dalam riwayat tersebut kedatangan Sufyan bukanlah untuk mencela tetapi untuk mengetahui penjelasan Sang Imam, inilah yang ia maksud bahwa ia datang karena kecintaan kepada sang Imam.

Hakekat.com memang tidak bisa menyembunyikan mental nashibinya sehingga dengan mudah ia beranggapan kalau Imam Hasan terkesan dibodohi. Jika anda pembaca melihat tulisan-tulisan hakekat.com, maka anda akan melihat bahwa hakekat.com tidak memiliki kehalusan dalam menggunakan kata-kata -baik itu pernyataan atau perumpamaan- kepada para Imam Ahlul bait. Mungkin cinta kepada ahlul bait versi hakekat.com adalah cinta dalam bentuk kata-kata yang penuh dengan hinaan. Naudzubillah.

Mari kita lihat sisi lain yang terlupakan oleh hakekat.com. Jika ia dengan angkuh mencela syiah yang meninggalkan Imam Hasan -padahal ia tidak bisa membedakan antara syiah sejati dan yang mengaku syiah- maka apa yang akan ia katakan kepada mereka yang justru memerangi Imam Hasan. Siapakah mereka yang menolak mengakui khilafah sang Imam?. Siapakah mereka yang ingin merampas khilafah dari Imam Hasan? Siapakah mereka yang bergegas untuk memerangi Imam Hasan?. Syiahkah atau justru Sunni, cih coba jawab wahai hakekat.com yang dungu. Jangan karena kebencian matamu hanya tertuju kepada syiah lantas bagaimana dengan Muawiyah, Amr bin Ash dan para pengikutnya yang merupakan sahabat kebangganmu. Bukankah mereka nyata-nyata memerangi sang Imam. Kebencian dan kekejian mana yang lebih dari itu. Baiklah, mungkin bukan Sunni tapi salafi nashibi, bukankah mereka salafi nashibi itu selalu memuja Muawiyah bahkan tidak malu-malu salafi nashibi membuat kitab khusus yang penuh kepalsuan mengenai keutamaan Muawiyah. Begitulah mental hakekat.com seorang salafi nashibi begitu mudahnya ia berkata kasar terhadap sang Imam tapi bungkam seribu bahasa atas perilaku idolanya Muawiyah dan Amr bin Ash. Jadi memang benar Imam Hasan adalah Imam maksum yang dibenci oleh salafi nashibi termasuk hakekat.com, Naudzubillah.

4 Tanggapan

  1. komenku g pnh di posting d hakekat.com

  2. HAKEKAT COM TIDAK FAIR DALAM BERDEBAT COMMENT KU TDK PERNAH DIBUAT, CURIGA ANE….

  3. Rasullulah memberi didikan Khas pada cucu nya Imam Hassan dan Imam Hussin dari kecil hingga baginda wafat.Didikan yang diberi ialah cara Solat,cara makan,dan Ilmu Tauhid iaitu ilmu mengenal Allah.Hatta ketika Baginda Sujud Cucunya menungang Rasululah diatas kepala baginda.Baginda tidak pun bangun dari sujudnya kerana Khuatir cucunya Jatuh,Begitulah sayang nya Baginda pada cucunya.

  4. dan ana ga pernah paham kenapa umat islam (temen ana sndiri) bilang “syidina hasan itu yg istrinya banyak kan?”

    gosipnya muawiyah masih ada smpe skarang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: